Header ads

Header ads
» » Cabor yang Tak Mau Menggelar Pra POR-Prov, Tidak Akan Ikut POR-Prov XV Padang Pariaman



Padang, KONI Sumbar - Ketua Umum KONI Sumatera Barat Syaiful, SH, M.Hum menegaskan tidak akan memberi  toleransi kepada cabang olahraga anggota KONI Sumbar yang tidak mau menggelar Pra POR-Prov. Sebab menurutnya tidak ada alasan apa pun bagi setiap cabor karena pelaksanaan Pra POR-Prov adalah demi tercapainya POR-Prov yang berprestasi untuk persiapan PON XX tahun 2020.

Penegasan di atas terungkap saat Syaiful bersama beberapa pengurus KONI Sumbar mengunjungi Pengurus KONI Kota Bukittinggi Selasa (10/10) kemaren di Kantor KONI Bukittinggi Jl. A. Rivai No. 17 Bukittinggi.

“Dalam hal Pra POR-Prov kita di KONI sudah sepakat mengambil keputusan bahwa cabang olahraga apa pun yang tidak mau menggelar Pra POR-Prov, terutama bagi cabor yang memiliki lebih dari delapan Pengcab di Sumatera Barat, maka otomatis cabor itu tidak akan ikut pada Pekan Olahraga Provinsi XV tahun 2018 di Kabupaten Padang Pariaman,” tegas Syaiful.

Dikatakannya, Pekan Olahraga Provinsi adalah iven prestasi dan tidak lagi iven pembinaan. Karena itu yang bisa ikut POR-Prov adalah atlet pilihan yang tersaring melalui Pra POR-Prov. Hal ini sama dengan akan mengikuti PON, maka atlet satu cabor dari sebuah provinsi juga harus melalui Babak Kualifikasi baik melalui Kejurnas maupun beberapa iven lain.

“Sudah tidak zamannya lagi atlet yang baru belajar berolahraga bisa ikut POR-Prov. Sebab berulangkali saya katakan di kesempatan apa pun bahwa atlet kabupaten kota yang ikut POR-Prov berarti ia juga sudah siap bersaing di iven tingkat nasional. Begitu pula bagi atlet provinsi yang ikut PON, berarti ia juga sudah siap untuk berlaga di iven internasional,” tambah Syaiful.

Menjawab pertanyaan perlunya Pra POR-Prov menurut Syaiful sangat banyak. Pertama agar kontingen kabupaten kota yang ikut POR-Prov betul-betul berintikan atlet yang sudah lolos Babak Kualifikasi dan kemungkinan mendapat medalinya besar karena peserta sudah lebih sedikit. Hal ini dengan sendirinya akan memperkecil biaya setiap daerah dalam mengikuti POR-Prov karena tidak mungkin sembarangan atlet bisa ikut. Kedua dengan adanya Pra POR-Prov yang berarti peserta POR-Prov adalah atlet pilihan, maka kualitas POR-Prov juga akan meningkat.

“Tidak seperti selama ini, semua daerah berebut mengirim peserta sebanyak mungkin sesuai nomor dan kelas yang dipertandingkan. Bahwa kemudian di POR-Prov mereka sangat cepat menjadi penonton karena belum apa-apa sudah kalah, hal itu jarang diperhitungkan. Begitu pula soal bengkaknya anggaran karena terlalu banyak atlet juga jarang diperhitungkan. Akibatnya, banyak daerah yang mengeluh sudah banyak mengeluarkan biaya, sementara medali yang didapat sedikit. Bahwa karena itu di tahun berikutnya anggaran olahraga di daerah itu jadi berkurang jangan salahkan,” tambah Syaiful.

Di bagian lain menurut Syaiful, dengan adanya Pra POR-Prov, hal itu juga sangat membantu bagi tuan rumah dan panitia dalam banyak hal terutama masalah anggaran. Sebab dengan atlet yang telah tersaring, maka waktu pertandingan atau perlombaan jadi berkurang. Dalam pemakaian wasit, hakim, dewan juri atau apa pun namanya juga akan terjadi pengurangan jumlah dan pengurangan anggaran.

“Saya ambil contoh sepakbola, mereka pasti akan selalu memakai hari pertandingan selama 12 atau bisa 13 hari jika pesertanya tetap 19 Kabupaten Kota. Sedang POR-Prov biasanya hanya berlangsung selama 10 hari. Bukankah dengan kelebihan hari itu juga menyusahkan bagi panitia dalam membuat laporan. Begitu pula cabang-cabang lain yang terkadang waktu pertandingan atau perlombaannya menjadi lebih lama karena pesertanya terlalu banyak. Ini jelas pemborosan,” ujar Syaiful.

Dalam suatu kesempatan rapat dengan KONI Sumbar di Pariaman, Panitia POR-Prov Padang Pariaman juga akan menetapkan kuota jumlah atlet dan ofisial yang bisa ikut POR-Prov XV. Hal itu ada hubungannya dengan keterbatasan akomodasi yang ada di kota Pariaman. Apalagi di POR-Prov XV nanti, akomodasi peserta akan lebih diarahkan kepada tempat yang dekat lokasi venues tempat arena cabor itu dipertandingkan atau dilombakan.

Karena itulah Syaiful kemudian menghimbau kepada semua cabang olahraga terutama bagi cabor yang Pengcabnya di atas delapan agar sesegera merencanakan atau langsung melaksanakan Pra POR-Prov. Sebagaimana yang telah dituangkan di Buku Peraturan Umum POR-Prv XV bahwa pelaksanaan Pra POR-Prov selambat-lambatnya adalah enam bulan sebelum POR-Prov XV berlangsung yakni di bulan November 2018.

“Percayalah, tidak ada maksud KONI Sumbar untuk menyusahkan Pengprov cabang olahraga atau pun menyusahkan Kabupaten Kota. Bahkan kita dari KONI nantinya juga akan membantu biaya pelaksanaan Pra POR-Prov kepada cabor yang melaksanakan dengan jumlah yang proporsional. Bagaimana pun dengan adanya Pra POR-Prov justru akan sangat banyak membantu kita bersama nantinya,” pungkas Syaiful. (nns)

About N. NOFI SASTERA

konisumbar.or.id merupakan media informasi yang menyajikan berbagai macam informasi mengenai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply