Header ads

Header ads
» » Pengurus KONI Sumbar tak Terima Honor


KONISUMBAR-Ketua Umum KONI Sumbar terpilih, Syaiful memastikan pengurus KONI ke depan tidak akan menerima honor bulanan tetap, seperti pengurus-pengurus sebelumnya. Hal itu dilakukan, karena menjadi pengurus di induk organisasi olahraga Sumbar tersebut adalah sebuah pengabdian.

”Ke depan tidak ada istilah honor tetap bagi pengurus KONI, ini adalah pengabdian sosial dalam bidang olahraga. Tapi, apabila mereka melaksanakan kegiatan, di situ memang ada honor. Jadi, semua berbasis kinerja,” sebut Syaiful, kemarin (16/1).

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil dengan tujuan mengoptimalkan APBD yang diterima KONI Sumbar untuk kebutuhan atlet dan pelatih, sehingga pembinaan bisa berjalan maksimal, dan prestasi bisa diraih di berbagai iven berskala Nasional ke depan. ”Jadi ke depannya dana APBD tidak lagi dipakai untuk kepentingan-kepentingan yang tidak jelas. Tapi, diutamakan demi kepentingan atlet dan pelatih,” tegasnya.

Terkait dengan kepengurusan sendiri, Syaiful mengaku sudah menuntaskan proses pembentukan pengurus. Saat ini, nama-nama pengurus yang nantinya akan duduk di jajaran kepengurusan sudah diserahkan ke KONI Pusat.”Susunan kepengurusan telah kami kirim ke KONI Pusat. Sekarang tinggal menunggu SK pusat, sebelum nanti diumumkan dan dilantik untuk periode 2017-2021,” lanjut Syaiful.

Sesuai dengan peraturannya, selama 30 hari sejak terpilihnya Ketua Umum baru, maka sudah harus membentuk kepengurusan. Saat ini pihaknya telah memberikan nama-nama pengurusan tersebut dan tinggal menunggu SK KONI Pusat saja. Meski mengaku sudah menuntaskan kepengurusan dan tinggal menunggu SK KONI Pusat. Namun, pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu masih belum mau membuka nama-nama yang sudah diserahkannya tersebut.

”Nanti kalau SK KONI Pusat sudah turun baru kami umumkan. Rencananya, bisa besok (hari ini, red) atau paling lambat dua hari ke depan, sudah ada SK dari KONI Pusat, dan kami akan segera melaksanakan pelantikan,” ujarnya. Syaiful hanya menegaskan, untuk jumlah tidak akan mengalami perubahan yang signifikan dari kepengurusan lama. Yang membedakan adalah, Ketum dan Sekum tidak boleh juga menjabat sebagai Ketum maupun Sekum di Pengprov. Kalau untuk pengurus, yang nantinya menjabat tidak boleh tercatat sebagai pengurus di KONI Kabupaten/Kota.

“Contohnya, kalau dia pengurus di KONI Sumbar dan dia juga ada jabatan di KONI Padang, yang bersangkutan harus memilih. Apakah ingin tetap di KONI Padang atau ingin di KONI Sumbar,” pungkasnya. (*)

sumber : http://www.koran.padek.co/read/detail/77267/Pengurus_KONI_Sumbar_tak_Terima_Honor

About Koni Sumbar

konisumbar.or.id merupakan media informasi yang menyajikan berbagai macam informasi mengenai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply