Header ads

Header ads
» » Mahyeldi: Silat Merupakan Cerminan Budaya Minang


DIBUKA---Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah memukul gong pertanda resmi dibukanya kegiatan seni pencak silat "Gelanggang Siliah Baganti" di GOR PT Semen Padang, Senin (17/10) siang.

PADANG – Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, kesenian tradisional pencak silat merupakan salah satu ciri khas dan cerminan budaya Minangkabau sejak zaman dahulu. Bahkan, para pendekar silat ikut berjuang bersama rakyat dalam mengusir penjajah di bumi pertiwi tercinta ini.

“Sejarah mencatat, di sejumlah daerah di tanah air peranan para pendekar silat cukup besar dalam mengusir kaum penjajah, termasuk di Sumatera Barat. Bahkan di Kota Padang sendiri, berbagai perguruan silat bersatu padu dengan para pejuang menyerang Loji Belanda di Muaro Padang sehingga diabadikan sebagai hari lahirnya Kota Padang pada tanggal 7 Agustus 1669 silam,” ungkap Mahyeldi ketika membuka secara resmi kegiatan seni pencak silat “Gelanggang Siliah Baganti” tingkat Sumbar di GOR PT Semen Padang, Senin (17/10) siang.

Menurut walikota, dalam kesenian silat sangat banyak nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Setiap gerakan dan langkah yang diajarkan dalam silat punya makna dan nilai filosofis tersendiri.
Di dalam kesenian pencak silat tradisional manusia dilatih dan dididik untuk lebih sabar dalam menghadapi kehidupan. Contohnya, gerakan silat mengajarkan menangkis, mundur dan mengelak apabila diserang musuh. Setelah itu, bila ada kesempatan baru membalas.

“Artinya, di silat ini kita disuruh untuk banyak bersabar. Ketika kita diserang musuh, kita dianjurkan untuk mengelak dan mundur terlebih dahulu. Jadi, tidak boleh kita langsung membalas. Jadi, nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam silat sungguh luar biasa,” puji walikota yang disambut applus hadirin.

Oleh sebab itu, Mahyeldi sangat setuju dan mendukung kegiatan silat tradisional ini dibangkitkan kembali di Ranah Minang, khususnya di Kota Padang. Bahkan, harus menjadi ikon budaya dan pariwisata di kota “Bingkuang” tercinta ini.

“Insya Allah, pada tahun 2017 nanti kita akan membangun sebuah diorama di Gunung Padang. Diorama itu kita bangun untuk melambangkan sejarah perjuangan pasukan Harimau Kuranji yang di dalamnya terlibat para pendekar silat saat menaklukkan pasukan kompeni Belanda di Muaro Padang. Untuk itu, kita telah menyiapkan anggaran sekitar Rp7 miliar,” beber walikota penuh semangat.

Ia berharap, dengan dibangunnya diorama di Gunung Padang nantinya, di samping mengenang sejarah perjuangan juga untuk menambah motivasi generasi muda dalam belajar kesenian silat. Sekaligus menjadi daya tarik wisata baru di Kota Padang.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang, Zulhardi Zakaria Latif dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seni pencak silat tradisional ini sengaja diadakan IPSI Kota Padang tujuannya memang untuk menggelorakan lagi budaya Minang yang akhir-akhir ini sempat memudar.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dari semua pihak, akhirnya kegiatan seni pencak silat tradisional yang sering kita kenal dengan istilah “Gelanggang Siliah Baganti” ini berhasil terlaksana hari ini. Untuk menambah motivasi para peserta, kami juga menyiapkan satu unit sepeda motor hasil sumbangan dari bapak walikota,” kata Zulhardi yang akrab dipanggil buya tersebut sembari memberikan apresiasi kepada sang walikota.

Ke depannya, lanjut buya, IPSI Kota Padang akan menggelar kegiatan serupa yang akan digilir di masing-masing kecamatan se-Kota Padang pada 2017 mendatang. Oleh sebab itu, ia juga berharap dukungan dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang demi suksesnya kegiatan yang dimaksud.

Salah seorang “Tuo Silek” Kota Padang, H Ongga dalam sambutannya juga memuji terlaksananya kegiatan festival seni pencak silat tradisional tersebut yang digagas IPSI Kota Padang dibantu Pemko Padang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang.

“Atas nama sesepuh silat, kami mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang setingginya kepada IPSI dan Dispora Kota Padang sehingga berhasil melaksanakan sebuah acara besar seperti ini. Semoga acara ini berjalan sukses dan kesenian silat tradisional di Kota Padang kembali bangkit seperti dulu,” tukasnya.

Ikut hadir menyaksikan pada kesempatan itu, Kadispora Kota, Suardi Junir, Kabid Pemuda Dispora, Syafwan, Camat Lubuk Kilangan, Yalmasri, unsur Forkopimka Lubuk Kilangan dan ratusan hadirin lainnya. (noa)

About Koni Sumbar

konisumbar.or.id merupakan media informasi yang menyajikan berbagai macam informasi mengenai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply