Header ads

Header ads
» » Catatan Noa Rang Kuranji: “Mencikaraui Lacut Tangan” Syaiful SH MHum



DIKALUNGI BUNGA---Plt Ketum KONI Sumbar, Syaiful SH MHum dikalungi bunga oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno setelah kembali dari arena PON bersama kontingen di istana gubernur Sumbar, Jumat (30/9) sore.

BANDUNG – Haru-biru dan hiruk-pikuk Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIX Jawa Barat (Jabar) 2016 memang telah usai. Para kontingen dari seluruh provinsi di tanah air juga telah kembali ke daerahnya masing-masing.

Tuan rumah Jabar akhirnya berhasil menggapai impiannya menjadi juara umum PON untuk pertama kalinya di “tanah legenda” dengan raupan total medali 217 emas disusul Jawa Timur (Jatim) dan DKI Jakarta di peringkat dua dan tiga dengan raihan medali masing-masing 132 emas.

Kegembiraan juga menyelimuti Kontingen Sumatera Barat (Sumbar) di bawah pimpinan Chef de Mission (CDM) Nasrul Abit (Wakil Gubernur Sumbar), Plt Ketum KONI Sumbar, Syaiful SH MHum dan Ketua Kontingen, Sengaja Budi Syukur.

Betapa tidak, dengan berkekuatan mayoritas atlet minim pengalaman (KW2), para duta olahraga Ranah Minang di luar dugaan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga berhasil mengumpulkan total medali 14 emas 10 perak dan 20 perunggu dan berada di peringkat 11 nasional.

Hasil ini dinilai sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pencapaian prestasi PON XVIII di Provinsi Riau 2012 dimana Kontingen Sumbar hanya mampu mengumpulkan total medali 12 emas 12 perak 25 perunggu dan juga menempati rangking 11 nasional.

Lalu, kenapa masih ada suara-suara miring yang dilontarkan segelintir oknum yang katanya pemerhati dan peduli dengan olahraga Sumbar? Apakah mereka termasuk kelompok orang-orang yang tidak bersyukur atau hanya karena sakit hati semata?

Oleh sebab itu, penulis merasa terpanggil untuk mengupas sedikit atau menceritakan kilas-balik persiapan tim PON Sumbar 2016 guna meluruskan opini yang berkembang tersebut tanpa bermaksud membela siap-siapa. Memang harus kita akui, tidak ada manusia yang sempurna di atas dunia ini. Namun bukan berarti kita harus selalu mencari kekurangan orang lain tanpa melihat kelebihan yang dimilikinya.

Setelah penulis coba menelusuri dari berbagai informasi ada, akhirnya penulis mendapat kesimpulan bahwa tudingan miring itu rata-rata dialamatkan kepada sosok pribadi Syaiful SH MHum yang dipercaya memangku jabatan Pelaksana Tugas (Plt) KONI Sumbar sejak akhir Maret 2016.

Menurut penulis, penunjukkan Syaiful sebagai Plt Ketum KONI Sumbar sudah sesuai AD/ART KONI karena ditetapkan melalui rapat pleno pimpinan KONI Sumbar setelah Ketua Umum KONI Sumbar periode 2013-2017, Dr Syahrial Bakhtiar menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya karena terbentur aturan yang berlaku.

Dasarnya Syahrial Bakhtiar harus mengundurkan diri dari jabatan Ketum KONI Sumbar adalah dengan keluarnya Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 800/ 2398 /SJ tanggal 28 Juni 2011 dan diperkuat dengan SE Mendagri No. X/800/33/57 tertanggal 14 Maret 2016 tentang larangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) merangkap jabatan menjadi pengurus KONI.

Artinya, secara hukum penunjukkan Syaiful sebagai Plt Ketum KONI Sumbar sudah sah. Apalagi dalam ayat 3 Anggaran Rumah Tangga (ART) KONI juga berbunyi: “Apabila Ketua Umum berhalangan tetap, maka melalui Rapat Pleno pengurus diusulkan menunjuk pelaksana tugas Ketua Umum KONI dari unsur Wakil Ketua Umum sampai terlaksananya Musyawarah Olahraga Luar Biasa”.

Baiklah, pada kesempatan ini penulis tidak akan membahas “konflik internal” yang sempat terjadi di tubuh KONI Sumbar pasca penunjukkan Syaiful sebagai Plt Ketum KONI. Penulis lebih tertarik untuk “mencikaraui” (mengkritisi) bagaimana “lacut tangan” (sepak-terjang) Syaiful dalam mempersiapkan Kontingen Sumbar sehingga berhasil meraih hasil maksimal di PON 2016 lalu.

Sejak dikukuhkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menjadi Plt Ketum KONI Sumbar April 2016, Syaiful dan sejumlah pengurus KONI Sumbar lainnya langsung menggelar rapat persiapan. Selain mendata para atlet yang telah lolos PON dan berpeluang mendapatkan medali, Syaiful yang dibantu empat profesor olahraga dari Universitas Negeri Padang (UNP) segera membentuk tim ad hock (tim kerja).

Mereka adalah, Profesor Eri Barlian, Profesor Gusril, Profesor Syafruddin dan Profesor Eddy Marheni. Dari konsep empat profesor inilah kemudian dibentuk panitia persiapan PON Sumbar 2016 yang terdiri dari tim satuan tugas (satgas) Pelatda PON, tim monitoring cabang olahraga (cabor) dan tim monitoring media (peliput) PON.

Jujur saja, awalnya penulis juga sempat ragu dan khawatir dengan persiapan Kontingen Sumbar menghadapi PON 2016. Soalnya, dari sejumlah atlet andalan yang dipersiapkan KONI Sumbar sebelumnya tak satu pun yang berhasil mendapatkan medali emas pada Kejurnas Pra-PON. Malah, ada yang gagal ke PON, sehingga jumlah yang tersisa hanya tujuh atlet.

Berkat keberanian Syaiful, jumlah atlet yang masuk dalam kategori atlet andalan pun dirubah total yakni dari 7 orang menjadi 71 orang. Seluruh atlet yang dapat medali perak di Pra-PON dan emas di Porwil Bangka Belitung 2015 masuk kategori atlet andalan ditambah beberapa atlet yang masuk kategori atlet prioritas. Persiapan pun terbilang sangat pendek yakni sekitar empat bulan.

Akhirnya, didapatlah sebanyak 392 atlet dari 37 cabor untuk memperkuat Kontingen Sumbar di PON 2016 dengan bermodalkan semangat dan optimisme yang tinggi. Hasilnya sangat luar biasa. Dari ratusan atlet yang diberangkatkan itu, sebanyak 68 atlet mampu berbicara dan membuka mata insan olahraga nasional.

Betapa tidak, dari 14 medali emas yang berhasil diraih Kontingen Sumbar, hanya satu atlet yang merupakan eksponen PON 2012 yaitu Iwan Samurai dari cabor binaraga. Selebihnya merupakan atlet baru yang tidak pernah diprediksi sebelumnya untuk meraih medali emas. Seperti di cabor atletik, bowling, gantole, gulat, pencak silat, taekwondo, kempo dan tarung derajat. Rinciannya, 14 medali emas itu diraih melalui 12 atlet di nomor perorangan dan 2 emas melalui nomor double atau beregu.

Nah, dengan data dan fakta ini apakah adil kalau kita masih menganggap Syaiful gagal membawa Kontingen Sumbar berprestasi di PON 2016? Jika berbicara masalah target 16 emas yang pernah dipatok Ketum KONI Sumbar sebelumnya, Syahrial Bakhtiar rasanya sudah kedaluarsa dan tidak akan pernah selesai-selesai.

Sebab, biasanya target itu ditetapkan KONI setelah melihat hasil Pra-PON dan Porwil. Sementara hasil Pra-PON dan Porwil Sumbar pada 2015 lalu boleh dikatakan tidak sesuai yang diharapkan. Namun apa boleh buat, jika dilakukan revisi target medali justru dikhawatirkan akan melemahkan semangat dan mental atlet.

Ibarat “makan buah si malakama” akhirnya, Syaiful memutuskan “manyandang lamang angek” tersebut tanpa merevisi target yang dicanangkan pendahulunya demi menjaga agar suasana tetap kondusif. Berbagai tudingan miring yang dilontarkan segelintir pihak pun tidak dihiraukan Syaiful dan tetap fokus mempersiapkan tim.

Trus kalau kita memperdebatkan masalah anggaran yang dialokasikan dalam APBD Sumbar untuk kepentingan PON juga tidak logis. Sebab, pada PON 2012 silam, Pemprov bersama DPRD Sumbar memberikan dana sebesar Rp20 miliar dengan perjalanan darat ke Riau dengan capaian prestasi 12 emas. Sementara pada PON 2016, KONI mendapatkan bantuan hibah sebesar Rp30 miliar dengan perjalanan cukup jauh melalui udara dan darat dengan capaian prestasi 14 emas.

Kini, setelah sukses meraih 14 medali emas 10 perak dan 20 perunggu, masyarakat Sumbar yang awalnya merasa was-was langsung berubah 180 derajat dan memberikan apresiasi. Para duta olahraga Ranah Minang pun pulang dengan kepala tegak dan disambut Gubernur Sumbar serta unsur Forkopimda di istana gubernur, Jumat 30 September 2016 dalam suasana ceria dan bahagia.

Selamat kepada duta-duta olahraga Sumbar! Anda layak menyandang gelar “pahlawan” karena telah berhasil mengharumkan nama Ranah Minang di kancah olahraga nasional.
Sampai jumpa di PON XX Papua 2020 mendatang. Amiiin..... (*)

BERIKUT RINCIAN PEROLEHAN MEDALI SUMBAR DI PON 2016:

14 MEDALI EMAS

1. TARUNG DERAJAT
Weli Akbar, Kelas 58.1 Kg - 61 Kg Putra 28-SEP-2016
2. TARUNG DERAJAT
Hendika Ramadhoni, Kelas 55.1 Kg - 58 Kg Putra 28-SEP-2016
3. KEMPO
Nico, nomor Randori Kelas 65 Kg Individual Putra 28-SEP-2016
4. KEMPO
Embu Berpasangan Kyu Kenshi Putra 27-SEP-2016
5. TAEKWONDO
Delva Rizki, Gyorugi Heavy (Over 73 Kg : min 73.01 Kg) Putri 25-SEP-2016
6. GULAT
Husnul Amri, Kelas s/d 86 Kg Gaya Bebas Putra 25-SEP-2016
7. GANTOLE
Nsr. Yalatif, Ketepatan Mendarat Kelas B Perorangan Terbuka 25-SEP-2016
8. PENCAK SILAT
Anton Yuspermana, Kelas H : + 80 Kg s/d 85 Kg Putra 24-SEP-2016
9. PENCAK SILAT
Cory Mita Kurnia, Kelas A : 45 s/d 50 Kg Putri 24-SEP-2016
10. ATLETIK
Yaspi Boby, S.pd , nomor lari 200 M Putra 23-SEP-2016
11. ATLETIK
Yaspi Boby, S.pd, nomor lari 100 M Putra 22-SEP-2016
12. BOWLING
Double Putra 20-SEP-16 SMB
13. GANTOLE
Nsr. Yalatif , nomor Terbang Lintas Alam Kelas B Perorangan Terbuka 18-SEP-2016
14. BINARAGA
Iwan Samurai, Welter Weight above 70 - 75 Kg Putra 18-SEP-2016

10 MEDALI PERAK
1. GULAT
Bismi Fornandes, Kelas s/d 59 Kg Gaya Grego Roman Putra 28-SEP-2016
2. KEMPO
Ari Pramanto, nomor Randori Kelas 70 Kg Individual Putra 28-SEP-2016
3. TAEKWONDO
Marstio Embrian Hidayatullah , Gyorugi Fin (Under 54 Kg : max 54.00 kg) Putra 27-SEP-2016
4. PENCAK SILAT
Suci Wulandari, Kelas B : + 50 Kg s/d 55 Kg Putri 25-SEP-2016
5. GULAT
Heru Fernandes, Kelas s/d 57 Kg Gaya Bebas Putra 24-SEP-2016
6. PENCAK SILAT
Sahripal Ependi, Kelas B : + 50 Kg s/d 55 Kg Putra 24-SEP-2016
7. GULAT
Mardiatul Anggraini, Kelas s/d 53 Kg Gaya Bebas Putri 24-SEP-2016
8. SEPAK TAKRAW
Regu Putra 22-SEP-16 SMB
9. ATLETIK
Lusiana Satriani, nomor lari 100 M Putri 22-SEP-2016
10. DAYUNG
Noprion, nomor Canoeing Slalom K - 1 Putra 15-SEP-2016

20 MEDALI PERUNGGU
1. ATLETIK
Hamdan Syafril Sayuti, nomor Marathon Putra 28-SEP-2016
2. LAYAR
Fireball Terbuka 27-SEP-16 SMB
3. TARUNG DERAJAT
Ratna Sari, Kelas 62.1 Kg - 66 Kg Putri 27-SEP-16
4. KEMPO
Embu Berpasangan I - DAN Putri 26-SEP-16 SMB
5. SEPAK TAKRAW
Double Event Tim Putra 25-SEP-16 SMB
6. GANTOLE
Syahroni, Ketepatan Mendarat Kelas B Perorangan Terbuka 25-SEP-2016
7. ATLETIK
Yulianti Utari, 1.500 M Putri 25-SEP-2016
8. TINJU
Yudi Candra, kelas Berat Ringan 75 Kg Putra 25-SEP-2016
9. PANAHAN
Ego Irza Rahman, nomor Nasional Aduan Perorangan Putra 25-SEP-2016
10. ATLETIK
M. Arie Desman, nomor Lompat Tinggi Putra 25-SEP-2016
11. GULAT
Rahmi Dewi Septida, Kelas s/d 60 Kg Gaya Bebas Putri 23-SEP-2016
12. PENCAK SILAT
Rengga Ultiano, S.pd, Kelas D : + 60 Kg s/d 65 Kg Putra 23-SEP-2016
13. GULAT
Syabri Purnama Putra, Kelas s/d 52 Kg Gaya Bebas Putra 23-SEP-2016
14. ATLETIK
Wahyudi Putra, nomor lari 5.000 M Putra 23-SEP-2016
15. MENEMBAK
Arnizal, nomor 10 m Air Pistol Individual Putri 23-SEP-2016
16. GULAT
Elvi Siska Suryani, nomor Kelas s/d 48 Kg Gaya Bebas Putri 23-SEP-2016
17. PENCAK SILAT
Khalil Ahmad, Kelas C : + 55 Kg s/d 60 Kg Putra 23-SEP-2016
18. SENAM
Rino Efendi, nomor Perorangan Per Alat (Aparatus Final/AF) : Meja Lompat (Vaulting Table/VT) Putra 22-SEP-2016
19. ATLETIK
Yulianti Utari, nomor lari 5.000 M Putri 22-SEP-2016
20. CRICKET
Super Eight Putra

PRESTASI SUMBAR DI LIMA PON TERAKHIR:

-          PON XV Jatim THN 2000 Juru Kunci 
Nol Emas
-          PON XVI Sumsel 2004 Rangking 21
6 emas 10 perak 25 perunggu
-          PON XVII Kaltim 2008 Rangking 16
8 emas 16 perak 38 perunggu
-          PON XVIiI Riau 2012 Rangking 11
12 emas 12 perak 25 perunggu
-          PON XIX Jabar 2016 Rangking 11
14 emas 10 perak 20 perunggu

About Koni Sumbar

konisumbar.or.id merupakan media informasi yang menyajikan berbagai macam informasi mengenai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply