Header ads

Header ads
» » Afrizal: Sistem Pembinaan Atlet Sumbar Harus Dirubah



DISKUSI--Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Afrizal (kanan) sedang berdiskusi masalah perubahan sistem pembinaan atlet Sumbar ke depan dengan tim monitoring dan wartawan olahraga di Hotel Luxton, Bandung, Selasa (20/9).

BANDUNG – Minimnya pencapaian prestasi atlet Sumbar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIX Jawa Barat 2016 kali ini menimbulkan keprihatinan segenap pecinta olahraga di Ranah Minang. Pasalnya, hingga hari keempat pasca pembukaan PON, Kontingen Sumbar masih kesulitan dalam menambah pundi-pundi medali.
Untuk itu, ke depan sistem pembinaan atlet berprestasi harus dirubah demi meraih prestasi yang lebih maksimal pada PON selanjutnya. Sebab, untuk menciptakan atlet berkualitas dan mampu berbicara di pentas nasional tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Namun, butuh dukungan dari semua elemen yang ada serta persiapan strategi yang matang.
“Ya, kalau mau maju kita harus berani merubah sistem pembinaan atlet agar lebih maksimal. Kita tidak perlu saling menyalahkan, tapi akan mencari solusinya secara bersama-sama nantinya,” ungkap anggota Komisi III DPRD Sumbar, Afrizal ketika berbincang-bincang dengan tim monitoring KONI Sumbar dan wartawan di Hotel Luxton, Bandung, Selasa (20/9).
Menurut Afrizal, agar pembinaan atlet berprestasi Sumbar ke depannya lebih fokus dan terarah dengan baik, perlu dilibatkan peran serta seluruh pemerintah kota/kabupaten di Sumbar. Maksudnya, sistem pembinaan atlet tidak hanya terpusat di Kota Padang selaku ibukota provinsi tapi harus dibagi secara merata ke daerah lainnya.
“Misalnya, Kota Padang cukup konsentrasi pada lima cabang olahraga (cabor) saja. Sisanya kita sebar di sejumlah kabupaten/kota lainnya. Insya Allah, dengan sistem pembinaan menyebar seperti ini kita akan mendapatkan atlet yang benar-benar berkualitas karena pendanaannya juga dibantu APBD kota/kabupaten bersangkutan,” ulas politisi Partai Golkar tersebut.
Lebih lanjut dikatakannya, jika seandainya masing-masing kota/kabupaten di Sumbar bertanggungjawab dengan pembinaan satu cabor saja tentu akan didapat 19 cabor unggulan yang nantinya akan menjadi kekuatan utama Kontingen Sumbar dalam menghadapi iven nasional di masa-masa mendatang.
“Bukan berarti kita menganggap pembinaan cabor lain tidak penting. Cuma, kita juga perlu berhitung secara logis dan realistis. Kita juga harus belajar dari provinsi lain bagaimana cara mereka membina cabor-cabor yang menjadi unggulannya di PON. Tentunya harus kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran yang kita miliki,” ucap mantan anggota DPRD Kota Padang itu memberikan pandangan.
Pendapat dan gagasan anggota DPRD Sumbar itu didukung sepenuhnya oleh Plt Ketua Umum KONI Sumbar, Syaiful SH MHum yang dikonfirmasi secara terpisah.
“Saya sangat setuju dengan usulan anggota DPRD Sumbar tersebut. Dengan sistem pembinaan menyebar seperti itu, saya yakin nantinya akan lahir bibit-bibit atlet potensial di daerah dengan sendirinya,” kata Syaiful optimis.
Malahan, lanjut Syaiful, kalau perlu dibuat pemusatan latihan permanen untuk cabor tertentu di sejumlah kota/kabupaten, sehingga tidak terjadi tumpang-tindih dalam pembinaan atlet nantinya.
Misalnya, Kota Padang cukup fokus pada pembinaan lima cabor saja seperti angkat berat/besi/binaraga, sepakbola, senam, renang dan layar. Untuk cabor gulat di Kabupaten Pesisir Selatan, atletik di Kabupaten Dharmasraya, taekwondo di Kota Solok, tinju di Kota Sawahlunto, kempo di Kabupaten Sijunjung, karate di Kabupaten Dharmasraya, gantole di Kabupaten Limapuluh Kota, dayung di Kabupaten Agam dan lainnya. (noa/bom)

About Koni Sumbar

konisumbar.or.id merupakan media informasi yang menyajikan berbagai macam informasi mengenai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply